Rise Up Festival 2022

Pada hari Sabtu, 1 Oktober 2022, KKIA berpartisipasi pada Rise Up Ethnic Chaplaincy perdana yang diselenggarakan oleh Keuskupan Auckland. Acara tersebut berlangsung di Sancta Maria College, Flat Bush, dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai negara. Adapun pada Festival Budaya ini, KKIA berpartisipasi melalui stand penjualan makanan, permbukaan acara olah raga dengan team Zumba yang dipimpin oleh Beatrice, Sabilulungan Family yaitu Grup Angklung yang dimotori oleh Ibu Irma dan Ibu Dewi, juga Tarian Daerah oleh Cilla, Aura, dan Amber. Walaupun hari itu hujannya luar biasa awet, puji Tuhan acara tetap berlangsung meriah. Terbayang jika tidak hujan, pasti lebih heboh lagi! Terima kasih kepada para sponsor yang membantu menyediakan makanan untuk dijual, para pengisi acara yang sudah menyediakan waktu untuk berlatih dan tampil, juga yang sudah membantu mulai dari jaga stand sampai jadi juru parkir. Yuk kita simak keseruannya!

Semangat membawa nama Indonesia! Jualan belum mulai, yang penting bendera sudah berkibar!

Team Zumba dari Beatrice dan teman-teman.

Ayo joged yooo! Berhubung hujan deras, jogednya jadi di teras deh.

Biarpun di teras, tetap semangat dong!

Peserta mulai ramai ikutan.

Biarpun hujan-hujanan, yang penting goyang.

MC pembawa acara hari ini, ikutan seru bergoyang.

Sementara di auditorium, tim Sabilulungan Family test panggung dulu untuk siap-siap sebagai penampil pertama pembukaan Cultural Show.

Tepat pukul 12 siang, pertunjukan budaya dimulai. MC mengingatkan kalau waktu yang dipakai adalah New Zealand time, bukan Pacifica Time. Ternyata orang-orang kepulauan Pasifik mirip-mirip orang Indonesia ya, alias suka ngaret hehehe.

Tim Sabilulungan Family bersiap-siap di pinggir panggung.

4 buah lagu dibawakan dengan baik, Bengawan Solo, We Are The World, How Great Thou Art (Te Aroha), sampai Waktu Hujan Sore-Sore yang mengajak penonton bergoyang.

Ibu Juna dan Ibu Melanie siap goyang di depan, membuat penonton semakin semangat.

Penonton pun bergoyang dan bertepuk tangan dari kursi masing-masing.

Leony menjelaskan mengenai alat musik angklung dan filosofinya.

Penonton makin memenuhi auditorium. 
Bayangkan kalau  tidak hujan badai, pasti lebih membludak.


Penampilan selanjutnya dari tim Indonesia, yaitu Cilla, Aura, dan Amber.

Mereka membawakan tari Gojek Cah Ayu dengan lincah dan gemulai.

Sementara itu, tim penjualan makanan di stand Indonesia gencar menjajakan berbagai makanan.

Stand dari berbagai negara yang dipenuhi pengunjung.

Ayo ayo, laris manis tanjung kimpul, dagangan habis, dana sumbangan ngumpul!

Stand Filipina yang dagangan makanannya paling beragam.

Stand China yang keren banget sudah pakai mesin eftpos.

Mereka siap dengan kukusan besar dan wajan yang apinya berkobar-kobar.

Ada stand barbecue juga. Wanginya kemana-mana. Masih banyak juga stand-stand lainnya yang tidak terfoto. Dari Samoa, Korea, dan lain-lain.

Ini tukang parkir dari KKIA cantik-cantik amat ya hehehe. Bapak-bapaknya juga ada, tapi nggak kefoto.

Sementara itu di dalam auditorium, pertunjukan budaya terus berlangsung. Seru sekali dan sungguh beragam, mulai dari yang traditional sampai yang modern.








Di tengah cuaca yang basah dan berangin kencang, Rise Up Festival hari itu bisa dibilang cukup sukses. Moga-moga jika ada lagi, makin banyak umat yang hadir, termasuk juga umat dari KKIA. Sukses selalu untuk semua Paroki Etnis di Keusukupan Auckland.


Comments

Popular posts from this blog

Foto-Foto Piknik OMK KKIA Maret 2023

Foto-Foto Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-78 KKIA

Foto-Foto Misa Minggu II KKIA Maret 2023