Buletin KKIA November 2025

Berjaga-jaga dan Bersiap Sedia

    Masa Adven sering kita kenal sebagai empat minggu menjelang Natal. Namun lebih dari sekadar penanda waktu liturgis, Adven mengingatkan kita bahwa Allah yang kita nantikan bukan hanya Tuhan yang datang dua ribu tahun lalu, tetapi Tuhan yang terus hadir dalam setiap waktu, setiap pengalaman, dan setiap peristiwa hidup kita. Karena itu, Adven sesungguhnya bukan hanya empat minggu, melainkan sebuah perjalanan seumur hidup untuk menantikan dan menyambut-Nya setiap hari.

    Kehadiran Tuhan bisa dialami dalam perjumpaan yang sederhana: dalam keluarga, di tengah pekerjaan, dalam dinamika komunitas, bahkan dalam keheningan doa kita. Injil hari ini mengingatkan kita untuk senantiasa berjaga dan siap sedia. Yesus menggambarkan kedatangan-Nya seperti pencuri yang datang pada saat yang tak terduga. Ia hadir dalam sukacita maupun dalam kesedihan, dalam kelahiran maupun dalam kehilangan, bahkan dalam saat-saat rapuh menjelang akhir hidup kita. Ia datang kapan saja, dalam situasi apa saja, sering tanpa tanda-tanda sebelumnya.

    Karena itu, Adven adalah ajakan untuk berjaga bukan dengan ketakutan, melainkan dengan hati yang terbuka dan penuh harapan. Berjaga berarti memurnikan motivasi hidup, menumbuhkan doa yang lebih sungguh, memperbaiki relasi yang retak, serta mempersiapkan hati agar layak menjadi tempat kehadiranNya.

    Di tengah kesibukan kerja, studi, keluarga, dan mobilitas yang tinggi, kita bisa dengan mudah kehilangan kepekaan rohani. Maka Adven mengundang kita berhenti sejenak, memperlambat langkah, dan bertanya: “Bagaimana Tuhan ingin menjumpaiku hari ini?”

    Semoga masa Adven ini membuat kita semakin peka, semakin waspada, dan semakin siap menyambut Tuhan yang datang dalam segala hal. 

Selamat memasuki Minggu Adven I, mari berjaga dan menyambut kehadiranNya.

Romo Roy Noeng, CSsR


Selamat Datang Adven: Menanti Penuh Harapan

    Setelah Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, kita masuk ke lembaran baru tahun liturgi: Adven. Secara etimologis, adven berarti menanti kedatangan. Dalam hal ini kita menanti kedatangan Sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Selama empat pekan, kita menanti kedatangan-Nya dengan gembira, penuh harapan dan persiapan, seperti seorang ibu yang menanti persalinan bayinya. Penantian ini kita tandai dengan simbol yang indah: LINGKARAN ADVEN atau MAHKOTA ADVEN atau ADVENT WREATH. LINGKARAN ADVEN berbentuk sebuah lingkaran yang diuntai dengan daun-daun pinus atau cemara dan di atasnya dipasang empat lilin (tiga lilin berwarna ungu dan satu berwarna merah muda); selain itu juga masih diberi aksesoris lain seperti pita berwarna ungu dan merah. Semua ini menyimbolkan rangkaian perjalanan dan kerinduan kita yang besar akan Yesus yang datang sebagai Terang Dunia. 

    Lilin pertama berwarna ungu melambangkan Harapan. Minggu pertama ini tidak hanya menuntun kita untuk menantikan kelahiran Kristus, tetapi juga merayakan dimulainya masa liturgi yang baru. Terkadang disebut "Lilin Nubuat (Prophecy Candle)"; mengingatkan kita pada nubuat Yesaya tentang kelahiran Sang Penyelamat dan semua janji yang diberikan Allah kepada kita di Perjanjian Lama yang akan digenapi oleh kelahiran Yesus. 

    Lilin kedua melambangkan Kedamaian. Seperti lilin pertama, lilin ini juga berwarna ungu disebut "Lilin Betlehem (Betlehem Candle)"; mengingatkan kita pada perjalanan Maria dan Yusuf dari Nazaret ke Betlehem sebelum Maria melahirkan Yesus. Cahaya perdamaian bersinar dari Betlehem untuk seluruh dunia.

    Lilin ketiga melambangkan Sukacita. Menjelang Hari Natal, sukacita kita semakin bertumbuh. Lilin ketiga membawa kita kembali pada penantian penuh sukacita para gembala yang telah menempuh perjalanan untuk melihat Yesus di Betlehem, bahkan sebelum orang-orang Majus. Minggu ketiga ini disebut sebagai "Minggu Gaudete" yang berarti bersukacita atau memuji Tuhan seperti para gembala. Karena alasan inilah, lilin ketiga ini disebut "Lilin Gembala (Shepherd’s Candle)" dan warnanya merah muda, warna liturgi untuk sukacita. 

    Lilin keempat melambangkan Kasih. Kasih Allah sungguh dalam karena Dia mengutus Putra tunggal-Nya bagi kita. Lilin keempat ini disebut "Lilin Malaikat (Angel’s Candle)", berwarna ungu, menuntun kita untuk menantikan Kerajaan Allah yang baru di bumi dengan penuh kasih. Kasih itu adalah Yesus Kristus, Sang Penebus. 

    Akhirnya, setelah empat minggu dalam penantian (Adven), Sang Juruselamat datang juga. Kita merayakan-Nya pada Hari Raya Natal yang agung dan meriah. Ups.... jangan buru-buru dulu merayakan Natal-Nya di masa Adven. Mari terlebih dahulu mempersiapkan hati, pikiran, termasuk unsur material lainnya. Percayalah, Dia akan datang.

Romo Daniel Sitanggang, OFMCap



Comments

Popular posts from this blog

Perayaan Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-80 KKIA

Foto-Foto Perayaan Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 KKIA

Foto-Foto Perayaan Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 KKIA