Buletin KKIA Juli 2026
Menemukan Harta yang Sejati
Kalau mau jujur, setiap hari kita semua sedang mencari sesuatu. Ada yang mengejar kesuksesan, keamanan finansial, kebahagiaan, bahkan pengakuan. Kita menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memperoleh apa yang kita anggap paling berharga.
Raja Salomo dalam bacaan pertama hari ini (1Raj. 3:5, 7-12), memberikan teladan yang berbeda. Ketika Tuhan menawarkan apa saja yang ia inginkan, Salomo tidak meminta umur panjang, kekayaan, atau kemenangan atas musuh. Ia memohon hati yang bijaksana agar mampu membedakan yang baik dan yang jahat. Karena pilihannya berkenan kepada Tuhan, Salomo menerima bukan hanya hikmat, tetapi juga berkat-berkat lainnya.
Sikap Salomo sejalan dengan Injil, ketika Yesus mengibaratkan Kerajaan Allah sebagai harta terpendam dan mutiara yang sangat berharga. Orang yang menemukannya rela menjual segala miliknya, bukan karena terpaksa, tetapi karena tahu bahwa ia telah menemukan sesuatu yang jauh lebih bernilai.
Pertanyaan bagi kita adalah: “Apa yang paling kita cari dalam hidup?” Tidak ada yang salah dengan bekerja keras, mengejar cita-cita, atau membangun masa depan. Namun, semuanya akan kehilangan makna jika kita melupakan Tuhan sebagai harta yang paling berharga.
Hikmat Salomo mengajarkan kita untuk memilih dengan benar, sementara Yesus mengajak kita menempatkan Kerajaan Allah sebagai prioritas utama. Ketika Kristus menjadi pusat hidup, kita akan memiliki kebijaksanaan untuk menggunakan waktu, talenta, dan harta kita demi kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama.
Semoga kita memiliki hati seperti Salomo yang mampu mengenali bahwa harta yang paling berharga bukanlah apa yang kita miliki, melainkan relasi kita dengan Tuhan yang memberi makna bagi seluruh hidup kita. Tuhan memberkati.
Romo Roy Noeng, CSsR
Comments
Post a Comment
Silakan berikan komentar